Rabu, 18 November 2009

Sahabat VS Kekasih

Akhir - akhir ini ada pertentangan batin di dalam diriku ... nggak tahu kenapa aku berpikiran kalau sahabat lebih mengerti keadaan kita daripada pasangan kita sendiri. Kenapa aku sampai berpikiran seperti itu .. ? semuanya ada alasannya.. di saat kita down atau tertekan.. malah sahabat yang menelepon dan memberikan dukungan moral sedangkan pasangan kita sendiri ... masih dipertanyakan keberadaannya di mana ..

Seperti contoh kasus cerita dari teman ku. Kita ber delapan mengadakan liburan di WBL. Ceria sih awalnya .. tapi di tengah perjalanan mobil mogok lama banget .. dengan daya dan upaya sahabat baik ku berusaha keras demi kita agar bisa berlibur. Singkat cerita mobil bisa berjalan kembali dengan usaha yang sangat keras dari teman ku yg puya mobil tersebut. Aku salut sekali padanya .. dia rela menderita asalkan temannya bahagia.

Pukul 7 malam kita pulang dari Lamongan setelah mampir di rumah teman menuju Surabaya. Semula kita berpikir perjalanan akan aman - aman saja. Tapi ternyata di perbatasan Lamongan - Gresik mobil tersebut ngadat lagi. Setelah usaha dari teman ku (lagi) yang rela beli air mineral yang jauh banget letak tokonya, akhirnya mobil bisa berjalan kembali sampai ke tempat tujuan yaitu Surabaya.

Aku di antar temanku yang punya mobil) sampai ke rumah dan dia me;anjutkan perjlanan mengantar teman - teman yang lain. Aku sempat berpikir buat temani dia ke kota tujuan dia mengenmabilkan mobil karena itu mobil Ayahnya. Aku berpikir bagaimana kalau mobil itu mogok di jalan .. dan dia sendirian.. ?
Tapi aku berpikiran positif saja kalau tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
Tetapi apa yang terjadi.. ketika esok harinya.. aku buka facebook (karena kita semua terhubung satu sama lain melalui facebok) ternyata mobilnya mogok di daerah Mojokerto pukul 1 dini hari. Ya ampun yang aku pikirkan benar - benar terjadi dan aku tidak ada saat dia kesusahan.. sahabat macam apa aku ini. Tapi ada sedikit yang melegakan aku, salah satu sahabat dia ternyata memiliki firasat buruk tentang dia. Alhasil dia menelpon di saat yang tepat.. lumayan lah buat mengusir jenuh ketika tidur sendirian di mobil yang mogok. Pukul 3 dini hari dia di jemput ayahnya dan kembali ke rumahnya dengan menaiki Mio. Sedangkan mobilnya bisa bergerak setelah pukul 4 dini hari.

Dari sini aku bertanya ... kemana pacarnya sewaktu dia kesusahan sendirian di jalan malam - malam dengan kondisi mobil mogok.. ? setelah dapat bocoran ternyata sebelumnya sudah ada perjanjian kalau pacarnya nggak telepon itu ada alasannya .. yaitu dia nggak ingin menganggu dia sewaktu menyetir kendaraan, karena pacarnya sudah di peringati jangan sekali sekali sms atau telepon ketika aku lagi menyetir, itu lah pesannya .. dan pacarnya menuruti semua pesannya dong. Sekarang pertanyaan nya .. mengapa dia kok berkata sahabat ku lebih care daripada kamu di postingan facebook? wah .. kayaknya pikiran cowok ini harus di bersihkan biar komitmen yang dia ucapkan tidak di pertanyakan lagi. Dasar .. dia nggak bisa memahami kondisi pacarnya.. aku yakin pasti pacarnya sangat khawatir ... sekaligus sedih ketika dia memberi pernyataan di situs jejaring sosila tersebut. Apalagi di baca semua sahabatnya.. sperti menguliti wajah pacarnya sendiri. Malu .. sangat malu .. itulah perasaan pacarnya saat ini. Di kira nggak perhatian sama dia.. padahal pacarnya hanya nggak mau ganggu ketika dia berkendara, itulah komitmen awal mereka pacaran.

Dari sini dapat saya simpulkan.. bahwa pacar tidak selamanya benar tapi sahabat juga tidak selamanya bisa mengerti perasaan kita. Mungkin pasangan kita tidak terlalu peka .. tapi aku yakin kok di dalam hati pasanagn kita psti ada do'a yang di panjatkan untuk pasangannya masing - masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

udah baca kan .. ? gimana .. ? ada komentar gak .. ?