Jumat, 22 Maret 2013

Tawa Lepas


Entah apa yang dipikirkan anak-anak itu, yang pasti saya melihat kepolosan seorang anak sedang berinteraksi dengan temannya yang lain dan tanpa joy stick.
Lihat wajah polos mereka ketika Minggu pagi yang kebanyakan anak sedang bermain game dan menonton kecanggihan jaman di kotak beraliran listrik itu, mereka malah sebaliknya, entah mereka tidak punya fasilitas itu atau saya saja yang ketika jepret tidak menyadari akan apa yang ada di pikiran mereka.

Saya melihat tawa lepas mereka yang tak pernah terpengaruh dengan kemodernan jaman mereka.
Inilah senyum mereka di Minggu pagi dan saya sangat iri kepada mereka.
Saya membayangkan bagaimana kalau saya ada di tengah-tengah mereka, pasti mereka akan segera mengusir saya dengan batu yang mereka pegang.

Sebaiknya saya melihat dari kejauhan tanpa terlihat oleh mereka dan mengabadikan tawa mereka di blog ini.
Saya iri dengan mereka.

Rabu, 20 Februari 2013

The Sleeping Budha dan Marathon Trip Komplek Majapahit

Kepala pening berkepanjangan, entah kenapa penyebabnya saya gak tahu, tapi analisa awur awuran saya mengatakan kalo saya harus melihat obyek yang baru.
Berdasarkan analisa yang aneh itu saya berangkat keluar kota bersama teman saya yang gila akan foto Levitasi. Meskipun dekat dengan Surabaya tapi lumayan lah bisa dikatakan luar kota.

Apa yang membawa saya ke kota Mojokerto?
Dari dulu saya ingin melihat foto patung The Sleeping Budha yang mirip sama yang ada di Thailand, tak ayal lagi saya mencarinya ke Mojokerto.
Perjalanan pagi buta membuat saya sedikit mengantuk di iringi hawa yang sejuk membuat mata sedikit terbuka.

Sekitar satu jam perjalanan saya sudah nyampe di kota Mojokerto. Awal perjalanan di buka dengan hunting peninggalan Kerajaan Majapahit yang terkenal itu.
Penemuan pertama ada di Candi Wringin Lawang yang terletak tak jauh dari perbatasan arah Mojokerto dan Jombang.

Candi Wringin Lawang

Minggu, 20 Januari 2013

Januari

Januari ...
Seperti bulan biasanya
hanya saja bulan ini sedikit istimewa buat saya.
Seistimewa angka yang sekarang bergelayut di diri saya
Terima kasih banyak ya Allah sudah memberi saya kehidupan yang sangat indah ini walaupun keras tapi itu adalah usaha Mu menjadikan aku menusia yang lebih dari kemarin


Januari ini tanpa perkataan dan tanpa sekotak kado yang berpita atau seberkas lilin yang bisa kutiup.
Tak apalah... toh kertas di tembok yang tiap hari saya pandang juga belum semua bisa saya wujudkan.

Mungkin bukan tahun ini Allah mengijinkan saya melepas kertas resolusi itu
tapi saya yakin suatu saat saya akan merobek dengan bangga kertas di dinding itu.

Hei ..
ada chat masuk sekitar pukul 7 pagi
yeah .. itu adalah chat yang saya tunggu sejak tengah malam
Sedikit tersenyum walaupun mata masih masih mengantuk
hanya bisa mengamini meskipun kau tak berucap secara pribadi
Tak apalah saya paham karena sudah hampir dua tahun saya mengenalmu.

Terima kasih banyak
karena hanya dengan itu saya bisa membalas semua kebaikan yang terus ada di samping saya

Januari ...
saya tunggu kejutanmu dengan semangat tidak sama dengan kemarin


pic: zalazart