Selasa, 28 Maret 2017

Masih Melajang

Apa yang menarik untuk di ceritakan disini? itu adalah secuplik kalimat yang selalu terbayang di pikiran saya ketika akan menulis di Aldebaran. Kalo keluh kesah seperti nya sudah tak pantas lagi di ceritakan di blog yang sudah usang ini, lalu apalagi yang menarik untuk diceritakan.
Seperti nya saya belum pernah menceritakan tentang apa yang terjadi akhir akhir ini di kehidupan saya.
Sebenar nya apa yang saya cari lagi? Teman saya punya banyak, saya punya teman untuk bersuka ria. Ada teman kantor yang siap menerima curhatan saya ketika musim paceklik datang.

Lalu apalagi yang dicari jika bukan pasangan hidup. Tunggu dulu.. saya mau mencari dimana lagi untuk yang satu itu. Menarik nya disini entah kenapa saya bersikap sangat santai jika mengenai jodoh. Sedangkan orang-orang​ di sekitar saya sudah mulai resah gundah gulana dengan kesendirian saya.
Saya sih gak ambil pusing karena apa yang saya lakukan tidak merugikan mereka. Sebenar nya saya juga mulai mempertanyakan apa sih kepetingan mereka yang selalu menanyakan hal-hal​ sama kepada saya. Bukan nya saya tutup mata tentang soal ini tapi ya mbok nanti saja kan bisa, jika pas pada waktu nya pasti saya akan menikah.

Menikah bukan soal mudah menurut pandangan saya. Sebenarnya mudah sih, ijab qobul selesai. Tapi melaju kedepannya nya itu lho.
Sudah siap kah untuk mental ini di uji dengan kehidupan yang nyata senyata nyata nya.
Suatu ketika ajakan reuni muncul, ayo datang aja siapa tahu ketemu jodoh disana atau banyak kenalan yang akan mengenalkan mu sama ponakan, sepupu nya anu anak si itu atau tetangga nya si anu.
Sebenernya gak terlalu pusing juga ketika semua tawaran muncul.

Pernah suatu ketika saya mencoba untuk menjalin persatuan dan kesatuan dengan perempuan yang di kenalkan teman, tapi hasil nya juga zonk ketika saya mulai ilfill dengan perempuan tersebut. Usaha sendiri? sudah juga dan lagi lagi ilfill juga saya dibuat oleh perempuan itu. Ya sudah lah biarkan semua mengalir apa adanya. Jika sudah saat nya saya akan siap untuk setiap bangun pagi melihat wajah yang sama

Minggu, 20 November 2016

Rindu

Rindu adalah sebuah kata yang sangat sulit untuk terucapkan jika kita tidak saling berjauhan seperti ini. Entah kenapa satu kata ini selalu bergelayut di dalam benak ku. Rindu akan kenangan yang terukir dalam seonggok gambar masa lalu, rindu usang yang tak pernah berhenti bergelayut, rindu akan sesuatu yang tak bisa saya tuliskan disini.

Satu kata yang punya sejuta makna dan cerita di dalam nya. Satu kata yang masih dan masih belum bisa saya ucapkan dan itu entah kenapa. Apa mungkin saya yang suka memendamnya dalam - dalam?
Atau mungkin saja saya tidak tercipta untuk mengucapkan kata ajaib itu?


Aku rindu masa ketika masih meminum teh hangat bersama di pagi hari, aku rindu ketika aku masih jadi nomor satu perhatian mu, aku rindu ketika kau memarahi ku, aku rindu ketika kau menunggu ku pulang, aku rindu ketika engkau menyuruhku untuk memijat kaki mu ketika kau pulang mencari nafkah, aku rindu nasihat mu, aku rindu pelukan mu, aku merindukan mu Ayah...

Senin, 08 Februari 2016

Wisata Bukit Jamur Gresik

Bukit Jamur Gresik
Minggu pagi entah kenapa identik dengan jalan - jalan. Gak muluk muluk pengen jalan ke tempat yang jauh, yang deket aja juga banyak yang belum terjamah kaki saya.
Rencana di Minggu pagi pengen jalan - jalan ke daerah Gresik yang suhu nya agak hot mungkin lebih hot dari Surabaya.
Tak apalah, berbekal GPS nya smartphone dan GPS ciptaan Allah SWT (baca: mulut) kami berangkat dengan Vario hitam.
Sampai di Gresik ternyata masih jauh dari pusat keramaian, maklum lah kan Bukit Jamur itu adalah bekas pertambangan batu kapur yang sudah tidak aktiv, akhir akhir ini lokasi pertambangan itu digunakan oleh masyarakat sekitar untuk wisata.