Jumat, 11 September 2009

kesetiaan ataukah kemunafikan

Menunggu adalah sebuah perjalanan detak waktu yang membosankan....
merupakan sebait dilema yang melumpuhkan akal sehat.
Perjalanan waktu terus beranjak seakan sang hari mengejekku setiap detik setiap masa dan hanya kesepianlah yang menjadi sahabat setia yang selalu menemani detik detik kesetiaanku.
Entah kenapa nurani ini tak juga bisa berfikir ketika permata hati yang pernah mengisi kekosongan hati redup tanpa sebab. Haaaaaa ... !!!!

Kata kesetiaan yang dulu penah mengikat lisan dan menyatukan kalbu kini hanyalah sebuah fatamorgana yang membiaskan bayang-bayang semu belaka, dan aku merasa bahwa semua itu hanyalah sebuah kepalsuan yang terselubung dalam sandiwara yang sangat rapi.
Hahahahaha ... rasanya aku ingin tertawa. tertawa dengan semua sandiwara ini tapi terkadang aku juga ingin menangis. menangisi kekalahanku dengan sikapnya.
Terkadang aku juga mengingat kenangan-kenangan yang begitu manis tetapi semua itu adalah sebait cerita yang akan selalu terukir dalam memori jingga hatiku.
Sebuah pertanyaan yang sering menyelimuti akal sehatku adalah apakah semua ini adalah buah dari kesetiaaan yang selama ini aku bangun dengan dinding-dinding ketulusan dan yang kusangga dengan tiang-tiang kejujuran.
Tuhan jika memang ini semua adlah jalan yang terbaik maka bangunlah kembali sebuah hati yang pernah roboh oleh kepalsuan......


"MEMANG TERASA INDAH JIKA SESEORANG MERINDUKAN KITA
TERASA LEBIH BAIK KETIKA SESEORANG MENYAYANGI KITA
TAPI YANG TERBAIK DAN TERINDAH ADALAH KETIKA SESEORANG TAK KAN MELUPAKAN KITA"

NB:
Tulisan ini ditulis oleh rekan kerjaku (Mahdi) ... thx bro ....


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

udah baca kan .. ? gimana .. ? ada komentar gak .. ?